Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Aroma Pilkada Menyengat Bau Kolonial

Ketergantungan Pangreh Praja, sebagai struktur pemerintahan dibawah Gubernur Djendral kolonial Belanda, terhadap Cina sebagai pemilik modal memang sengaja diciptakan. Dimana seorang pribumi yang hendak menjadi Lurah atau Bupati dibawah pengaruh Gubernur Djendral atas sistem pemerintahan kolonial Belanda yang disyaratkan harus memiliki sejumlah uang. Adapun pendanaan dari pemilik modal terhadap pribumi ini terbilang ilegal, sebab tidak berdasarkan perintah langsung dari Gubernur Djendral. Hal ini dikenal sebagai "Pendanaan Ilegal Kepala Daerah" atau "Pilkada" Zaman Kolonial Belanda. Demikian juga penuturan Prof. Dr. D.H. Burger dan Prof. Dr. Mr. Prajurit di dalam Sedjarah Ekonomis Sosiologis Indonesia, bahwa bahkan sekedar calon Lurah pun, harus memiliki sejumlah uang (GBP/Poundsterling) £.700, - sampai £.1000, -. Dimana £.200,- dipersembahkan kepada Bupati, £.100,- untuk Wedana, £.25,- dipersembahkan untuk jurutulis Controleur, dan sisanya untuk mensejahterakan ese...

Pulang: Detik-Detik Kerinduan

Gambar
                    Menyambut hari yang fitri, momen bahagia yang paling dinanti-nanti, oleh semua, siapapun ia, rindu itu berlaku untuk semua. Motifnya pun beragam, tergantung harapan dan ketakutan masing-masing. Dari mereka yang berharap kondisi rumahnya masih tetap sama, hingga mereka yang takut bilamana rasa yang ada, tak lagi sama.         Kali ini masih diperhadapkan dengan situasi yang sama. Entah, kita sebut ini episode 2 atau 3, yang jelas kondisinya serupa. Pun, dibumbui kebijakan yang nyaris senada. Mungkinkah, dengan hal-hal yang sama ini akan lebih efektif dari yang sebelumnya? Ataukah mungkin, karena bentuknya sama, maka perwujudannya akan sama seperti yang sudah-sudah? Pemangku kebijakan tentunya berharap agar kali ini lebih efektif dari yang kemarin, dan harapan itu mungkin berbeda dengan yang lainnya. Tergantung kacamata apa yang digunakan. Sebab bagaimanapun -- “kacamata itam nynda sam...

Postingan populer dari blog ini

Seruan Revolusi: Indonesia dititik Nadir

Vaksinasi: belenggu administratif

Indonesia Siaga Satu: Gorontalo Bergerak!!!